Life ‘Without’ Social Media | Special Content
Articles,  Blog

Life ‘Without’ Social Media | Special Content


Gue punya pengakuan yang mungkin lo semua pernah merasakan Apapun alasannya Gue pernah merasa insecure banget setiap kali gue stalk selebgram yang gue follow Cantik, mewah, all look perfect Jiwa kompetitif gue terusik, dan gue merasa hopeless Dan sampai akhirnya, gue memutuskan buat off dari sosial media Iya, gue off dari sosial media buat alasan yang mungkin menurut kalian cheesy Tapi ya, itu dia pengakuan jujur gue Ternyata, di belahan bumi lain ada juga yang menyerah dari media sosial Thanks guys, kalian bikin gue merasa normal Gue menemukan sebuah artikel di Medium John Gorman, bercerita tentang bagaimana dia pernah merasa down saat tulisannya dikritik tajam oleh orang terdekatnya Hingga akhirnya, dia merasa asyik melarikan diri ke media sosial hingga kecanduan Namun lama-kelamaan, dia bosan dengan keriuhan media sosial Hingga akhirnya, dia pun menyerah pada media sosial Gue juga menemukan kisah Paul Miller di situs theverge.com Kalau ini sih lebih ekstrem lagi Paul yang juga seorang penulis, bahkan memutuskan hubungan dengan internet Internet ya, bukan cuma media sosial saja Keputusannya ini justru mendapat perhatian dari media The Verge Dia dibayar untuk menuliskan pengalaman berhenti dari internet selama 1 tahun Tapi akhirnya, setelah gue berdamai dengan diri gue sendiri, gue kembali lagi main media sosial Dan gue sudah cuek saja tuh sama postingan-postingan selebgram itu Nah, satu seleb terkenal di Indonesia, Sarah Sechan, memutuskan berhenti posting di media sosial di tahun 2017 Gokil ya, zaman sekarang kan media sosial justru salah satu mata pecaharian buat seleb Gue penasaran. Jadi, gue mengobrol langsung deh sama Sarah Sechan Alasan utama untuk tidak memposting diri sendiri di media sosial, pada saat itu adalah karena saya juga sudah mulai bosan melihat saya sendiri di posting saya sendiri Jadi, tiap saya posting kayaknya enggak ada sesuatu yang signifikan atau sesuatu yang terlalu istimewa sehingga saya merasa ah, enggak harus semua orang tahu tentang apa yang terjadi di kehidupan saya setiap hari, terus saya juga merasa bahwa saya ibu-ibu juga ya, apa yang mau dikasih lihat juga? Maksudnya, I value my personal life So, saya pikir stop saja deh Kalau berhenti posting, terus berhenti stalking juga enggak? Saya stop posting foto saya di media sosial, tapi saya tetap memantau Jadi maksudnya, saya perlu media sosial untuk melihat perkembangan public figure, atau apa yang terjadi karena di situ kita bisa dapat banyak berita juga kan, jadi saya tetap memerlukan itu Lalu, rasanya bagaimana setelah berhenti posting di media sosial? Bukan yang drastis bagaimana, tapi maksudnya kadang-kadang kan kalau kita posting apa gitu misalnya posting simpel deh, posting foto, terus nanti komentarnya ada saja misalnya, “Teh kok gemukan?” “Teh kurusan” You know, kita enggak mau itu bikin jadi masalah, tapi kadang-kadang terusik juga ini apa sih nih orang Jadi emosi, jadi ganggu gitu Nah, di saat kita enggak posting, kan enggak ada komentar kaya gitu Di saat saya posting dengan Shoku, komentarnya cuma Shoku lucu, Shoku ini, Shoku apa And it’s nice, you keep it peaceful gitu Di saat kita enggak mau orang komentar, ya don’t post it Atau you have to choose to ignore karena orang akan merasa mereka boleh komentar karena mereka dikasih tunjuk hal seperti itu Jadi, hidup itu lebih adem saja kita enggak melihat komentar-komentar yang enggak penting Kita enggak bisa mengendalikan orang, kita bisa mengendalikan kita sendiri Ya, bukan bagaimana-bagaimana nih, hakikat media sosial itu, selain buat berinteraksi, juga buat eksistensi ya Siapa sih hari begini yang enggak butuh eksistensi? Mau selfie lo, mau foto anak lo, passion lo apa, semua yang punya media sosial, pasti punya kecenderungan buat show off, buat menunjukkan ini loh gue Apa lagi, kalau kita memang punya something yang bisa dipamerin Iya enggak, sih? Deep inside, kurang lebih kayak begitu Nah, ada satu cerita lagi Wanita karier, cantik, dan punya kehidupan sosial yang lumayan wow Tapi, dia enggak bersentuhan sama media sosial Kalau aku pribadi sih prinsipnya adalah sosial media itu kadang-kadang tuh adalah pencitraan yang sengaja dibentuk si pribadi itu supaya dilihat orang seperti apa gitu Jadi, kalau buat aku kayak if you want to know me, catch me on real life Enggak perlu lihat aku dari sosial media, bertemu saja langsung, lo bisa tahu kok gue orangnya kayak bagaimana Yang menahan aku untuk enggak posting sebenarnya pertanyaannya bisa dibalik gitu, apa yang membuat aku harus semuanya serba diposting gitu loh Hidup itu kalau menurut aku enggak menuntut semua hal harus disebar ke orang lain dan semua orang harus tahu gitu Itu saja sih sebenarnya Jadi kayak ya memang personal life dan hal-hal yang terkait sama diri pribadi tuh memang lebih menyenangkan sih, kalau buat aku untuk di-keep sendiri Atau ya cerita sama orang-orang terdekat saja, kayak gitu sih Teknologinya enggak salah, kitanya yang harus bisa kontrol That’s why I’m controlling my life dengan cara saya stop posting about myself on social media Kalau kalian enggak bahagia dengan social media, you can do that too Teknologinya enggak pernah salah, bagaimana kita mengaturnya saja Gue pernah merasakan muak dan menyerah sama media sosial Sampai pada akhirnya, gue sadar yang salah itu bukan media sosialnya tapi semuanya balik lagi ke diri kita sendiri Apa dan bagaimana yang bikin kita nyaman Sudah belum foto-fotonya? Apa lo pernah merasakan hal yang sama? Atau justru, lo termasuk orang yang sama sekali enggak menggunakan media sosial?

100 Comments

  • syfr aisyh

    Kalau yg sedang saya jalani bukan persoalan berhenti menggunakan media sosial, tp lebih mengontrol diri sndri dalam menggunakan media sosialnya. Ketika ingin memposting sesuatu biasanya sebelumnya saya pikirkan terlebih dahulu tujuan saya memposting utk apa, krna saya merasa di media sosial khususnya instagram adalah tempat utk membentuk citra dan menunjukkan eksistensi diri, maka dari itu alasan saya utk mengontrol diri dalam menggunakan media sosial tanpa berhenti menggunakannya, krna saya rasa saya masih butuh media sosial utk mendapatkan informasi.

  • ayak hidayah

    Hai, yg gue pake so far cuman youtube, whatsapp dan line. Udah 2 taun ini, lucky me, kayak ternyata banyak yg bisa gue liat dan pelajari, dan ternyata waktu gue itu banyak yg masih kosong haha. Masih belajar buat ngisi hidup dg hal yg lebih bermanfaat. Kalau pun suatu saat balik ke sosmed, mudah2an itu untuk sesuatu yg lebih berfaedah 🙂

  • puguh ramelan

    Udah Off semua gara2 dimarahin istri mainan sosmed terus katanya tp cuma WA kontak sama istri + yutub buat karaokean dimobil udah dua itu doang kok 😅

  • Nur Latifah

    Iya sama banget, aku jg rsanya bosen. Ig jarang bgt upload, seringnya on youtube. Dan disaat kuota abis bbrpa hari rasanya tenang, damai, bebas dr medsos

  • icha

    Gw salah satu yg tidak menggunakan Instagram, fb dan twitter lagi. Status whatsapp hanya sebulan 1-3 x . Nonton yutub seminggu 2-3 x . Rasanya nikmat karena bs merasakan banyak hal baru yg terjadi. Dan memperhatikan teman2 atau saudara2 yg sibuk dgn postingan dan gadget nya masing2. But gw sangat bahagiaa tanpa media sosial,menahan diri untuk tidak posting rasanya luar biasa ☺️🙏🏽

  • zahra jameela

    aku juga udah sebulan lebih off all sosmed kecuali wa sama youtube.. itu karna ada seseorang psikopat yg selalu stalk kegiatan gue sampe follow gue di dunia nyata.. hingga akhirnya gue laporin org itu ke polisi.. sampai saat ini udh segitu enjoy off sosmed 😁

  • Tyas Wahyuningtyas

    Dulu pernah ngerasain gitu. Terutama main ig. sejam main ig berasa bosen aja sama hal² yg di posting orang², akhirnya off ig kayaknya sekitar 2 bln. Dan cuma main twitter, karna twitter lebih informatif dan seru sih. Tapi sekrang aku sadar, bukan ig nya yg ngebosenin, tapi akunya. Perspektif aku ttg ig berubah, karnaaa… Jualan online pake IG lebih efesien sih daripada media sosial yg lain saat ini.

  • Hikigaya Shu

    Sayapun juga pernah berhenti dari media soasial IG, Facebook, Twitter dan WA selama 1 minggu. Sumpah rasanya nyaman banget.

  • 娜娃李

    Kalo gue orang yg on terus di media sosial, entah itu fb, ig, and twiter. Tapi jarang ngpost, cuma liat postingan orang aja. Alasan gue jarang post yaitu karna gue gak siap dibully, setiap gue post foto, story, status. Gue slalu ada rasa khawatir mengenai tanggapan temen2 sosmed gue, apakah mereka mentertawakan foto gue? Kondisi gue? Ngjugde status gue?, idk but i think social media is very insecure. Oh iya btw temen deket gue juga sering kirim SS an foto temen2 kami (di medsos) yg menurut dia lucu, weird, etc. Dan gue juga kadang ikut tertawa, gue tau ini jahat -_-. Dan semenjak itu, gue jadi membatasi upload foto. Lebih nyaman aja kalo semuanya di keep sendiri.

  • Daniel Patricio

    Saya cuma ingin berkomentar logic disini, kalau menurut Ibu Sarah komentar netizen itu mengganggu, bukannya Instagram punya fitur turn off comment yak

  • adi nm

    Medsos cuma punya IG FB dan WA, sering pake WA komunikasi dan IG buat beli barang brand dan FB buat hiburan semata liat2 meme atau apalah

  • Alia Shafah

    Dr dulu saya gak terlalu sering ngepost di ig, tapi main ig pun kadang" Liat" Berita/foto dsbnya. Jadi gak terlalu fokus dgn medsos, ya palingan WA, itu pun utk chatingan dgn org sekitaran aja, setidaknya cukup ada medsos yg bisa mempermudah komunikasi dgn org lain aja.

  • Mi Ki

    Nggak pernah punya akun instagram. Hingar bingar Facebook ketika SMP sudah cukup membuatku merasakan frustrasi akan ketidaksempurnaan. Hal yang fungsi awalnya untuk bersosialisasi menjadikan orang asosial, detach dari dunia nyata. Menjadikanku menarik diri dari sosial media.

    Lagipula, dimasa segala sesuatu dibinerkan, bukankah lebih menakutkan ketika kehidupan pribadi kita tidak lagi milik pribadi?

  • Yushy Chaterina Puspita Dewi

    karna media social terkadang justru mendekatnya yang jauh, tapi menjauhkan yang dekat
    Berapa banyak diantara kita yang justru tak menghargai orang2 disekeling kita in real life?
    Mereka kita acuhkan karna kita secara tak sadar mengganggap orang yang diluar sana jauh lebih penting

  • Annisa Ismi

    aku sudah melakukan ini di awal tahun 2019. out dr instagram selama 1 bulan dan kembali lagi dengan perasaan. "yaudahlahya apa yang mau di posting?" trus rasa nyinyir terhadap hidup orang itu udah bye gitu. jadi berasa hambar ga terpengaruh sama postingan orang

  • SA TAN hee

    Temen ku aja pada bingung karna aku udah lama gak install ig di hp lol post ig pun gak nambah2 dri tahun ketahun

    Ku pikir gak semuanya harus kutunjukkan ke orang2. Seperti kata mbak Sarah 'I value my personal life'

    Tapi karena aku aktif di organisasi, jdi aku ngegunain ig skarang dan itu pun buat dakwah 😁

  • Ricky Susanto

    Gw pernah liat selebgram dikehidupan nyata. Ternyata biasa ajah sama kayak gw. Selebgram itu kayak manusia yg punya dua dunia. Dunia nyata dan dunia ideal menurut standard dunia maya.

  • Meri Simanungkalit

    Mak gw dari gw lahir ampe skrang gak pernah tuh nyentuh internet. Mak gw asik nonton sinetron indosiar wkwk 😁

  • Aliyah Amaliyah

    Iya, umur aku 22 taun, aku g punya social media, punya cuma WA untuk komunikasi itu jarang buat story, pas ketemu temen2 in real life mereka bahas selebgram sama beauty vlogger semua, kayak : eh tau g si ini (nama selebgram or beauty vlogger) ikut event disini jam segini kesana yuk?
    Aku tanya kan, : si ini itu siapa ya? Karena memang aku g tau, buta banget soal social media,
    Mreka malah ngejudge aku, katrok banget jaman sekarang g tau selebgram sama Blogger, lu tinggal di bawah batu ato gimana 😪
    Kayak dosa banget gtu g ngikutin jaman, g ngikutin trending, but thanks God, at least Aku g kayak temen2 aku yg diperbudak sama social media nya, aku hidup untuk kebahagiaanku, g perlu komentar orang, ❤️

  • Dwi Marta Marwatul W.

    bener sih, off buat posting every second. tapi kalo personal chat always wkwkwk.. cuman bedanya kalo udah bener-bener pusing buat nanggepin orang-orang bakal offline

  • Ariska Yuniati

    gue deactivates ig sampe sebulan dan sebulan itu bener2 ga peduli temen ig gue mau bikin story apa atau mereka mau post apa, trus gue kaya punya waktu untuk "me time". Gue juga ga ribet2 bikin snap saat pergi kemana pun itu, kaya lebih menikmati apa yang sedang gue lakukan. Sebulan itu gue belajar untuk ga kepo tentang kehidupan orang di ig.

  • Sora Aira

    Sosmed saya semuanya on, tapi jaraaang banget dibuka. Alasannya, gak sedikit temen saya yang pada berantem gara2 sosmed 😅

  • Eatnim Mukbang

    Aku pernah bolak balik hapus akun, bikin baru, hapus lagi, bikin baru lagi. Kalau aplikasinya sendiri udah lama unistal, cuman masih bisa buka lewat web kan. Kemarin aku log out semua 2 akun twitter sama 1 akun fb. Coba lihat seberapa lama aku bisa bertahan tanpa medsos wkwk

  • Wifi Day

    wah kebalik nih kalo aku masih posting di ig walau jarang bgt tp stalkin dan scrolling udah STOP hahaha jadi biasanya aku habis posting langsung keluar app bodo amat sama postingan org sekrang udh ngk peduli lagi sama kehidupan temen-temen karna almost semuanya tuh pamer di instastory wkwk well aku ngerasain bgt sih perubahan semenjak stop liatian instastory org, tidak harus berhenti main sosmed intinya sebisa diri kita aja ngekontrol dan mmfilter karna manusia pasti butuh hiburan sesaat 🙂

  • Naufal Septian

    Coba tonton blackmirror itu series tentang kritikan di masa depan ada salah satunya episode media sosial yang jyamgkut ke pekerjaan jd sociopath

  • Cindy Adella

    It depends on how we use the social media and honestly I tried to quit from instagram about 1 year and i feel the benefit. So, wisely to use social media 🙂

  • Diwati Samidi

    Saya sering dibully karena ga mau pake sosmed, hal ini justru membuat saya tambah yakin untuk ga bermedsos
    (ya karena perilaku mereka kebanyakan setelah saya amati ternyata memang seperti itu, pdahal sblum pk medsos mereka ga seperti itu. Dan saya ga mau jd seperti mereka).
    Baru selama 3 bln ini saya hanya pk WA (ini pun dipaksa keluarga & grupnya pun hanya keluarga)
    Buat saya:
    orang2 yg bermedsos seolah-olah harus bersedia "manyerahkan" hidupnya untuk dikendalikan oleh komentar orang lain (bahkan yg tdk dikenal) dan klo tdk kuat mental, bakal rusak jiwanya (bahkan ada yg sampai depresi & bunuh diri…)
    Maka saya harap mereka yg bermedsos lebih hati2 dgn postingannya, karena ketika mereka merasa bisa "mengendalikan" orang lain, sebenarnya justru mereka tidak mampu mengendalikan diri hawa nafsu mereka sendiri. Dan itu perilaku yg sangat bodoh & menyedihkan..
    Kalau kita selalu BERSYUKUR dgn tulus, ALLAH SWT pasti akan membuat kita merasa CUKUP, sehingga kita tdk butuh perhatian & pengakuan orang lain (apapun bentuknya) dan hidup akan jd lebih tenang insyaAllah… 😊

  • Uzumaki Naruto

    Udahlah gak usah baper ama orang pamer..aku tau kamu jg pengen ikut pamer tapi gengsi, takut dicap tukang pamer atau sombong..😂

  • Melted Cheese

    Saya belum pada tahap benar² lepas tapi saya suka ambil "jadwal rehat" bbrp kali. Ini "ritual" yg makin lama serasa menjadi wajib.

    Berusaha tidak mem-follow orang² yang di dunia nyatapun tidak saya suka untuk ada dalam personal circle saya (1). Bila saya merasa insecure- ini terkadang bisa menjadi 'pecutan' untuk intropeksi diri, "Ada apa dengan saya? mengapa saya bisa sedemikian iri/ mempunyai penyakit hati?"(2) Lalu tinggalkan (3) Selalu mengingatkan diri sendiri bahwa saya tidak akan bisa benar² tau 'apa yg terjadi di balik layar' (4)

    Uniknya, bbrp medsos seleb bisa membuat saya menjadi lebih berharga. Melihat mereka menjalani hidup (hari) yg (sepertinya) baik dan bahagia- menjadi motivasi. Bukan daya u/ bersaing sbg pembuktian kedunia luar tapi u/ diri sendiri.

    Yang saya pahami, saat saya merasa terperangkap dalam kesempurnaan dunia media sosial berarti ada yg harus diperbaiki dari dalam diri- ada hal yang jauh lebih serius dari sekedar insecure dgn cantiknya paras atau indahnya kamar pribadi mereka- para "influencers".

  • faza sita

    Sosmed gw buat jualan semua. Yang harus gw kurangi sekarang adalah : gak kepo feed orang lain dan olshop yang memancing gw buat konsumtif

  • Ragil Babul Ibad

    FB : Deleted 2011
    IG : OFF
    Twitter : OFF
    Line : OFF
    BBM : Deleted 2013
    Kakao Talk : Deleted 2013
    WeChat : Deleted 2013
    WA : 2011-now
    Youtube : always ON 😍

  • Nabila Oktaviani

    Pernah paling lama itu 6 bulan ga pakai sosmed kecuali WA dan Youtube. Dan itu rasanya beda banget, kayak ngerasa lebih tenang tanpa liat2 story orang orang.. karna kalau kita lihatin story or postingan orang lain, secara ga langsung kita udh liatin kehidupan mereka dan bakalan ngaruh juga ke diri kitanya.

  • x bgdrgn

    Sekitar akhir tahun 2017 gue suka upload foto makanan di story sama tiap jalan sama temen pasti gue insta story. Tapi setelah gue pikir-pikir ini buat apa sih? Dan gue takut juga dianggap pamer padahal gue cuman pengen mengabadikan moment doang. Akhirnya pas pertengahan 2018 sampe sekarang gue coba stop perlahan bikin story kehidupan pribadi gue. Gue coba post video kpop doang dan post recommend film buat followers gue. Dan menurut gue lebih positif aja si. Setiap jalan gue ga mesti harus ig story kaya ga ada beban gitu. Dan gue merasa ig story gue jauh lebih berfaedah dengan nge-share recommend film. Banyak temen-temen gue percaya ama film-film yang gue tonton.

  • Alia Safitri

    Komunikasi membuat kita paham bagaimana kondisi manusia. Tidak akan sulit ketika kita terbiasa tidak menggunakan media sosial. karena kehidupan yang asli ialah ketika kita bisa berinteraksi dengan sesama kita dengan baik. karena terkdang kita berfikir kalau hp dan gadget semacamnya mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat..

  • Ichal Natsir

    Alhamdulillah sy sdh gak pernah posting di semua sosmed kecuali di WHATSAPP itu pun buka sosmed cuma buat baca berita2 atau yg terjadi diluar sana krn saya tinggal di pedalaman papua barat

  • Ahmad Rifky

    Sy sudah 2 bulan lebih puasa medsos dulu sih pernah puasa 3 bulanan tapi akhirnya balik lagi karna sy punya gebetan atau pacar dan maksain aktif untuk liat ttg dirinya alias kepoin dan ketika saya putus sama dia, kembalilah sy mutusin utk istirahat dr sosmed terutama FB & IG ya skrg cuma pakai WA dan Youtube dan Google yg byk info penting jg gk akan telat update kok, gak tau sampai kpan sy istirahat yg jelas utk skrng sy ingin fokus utk menyelesaikan kuliah sy dulu yg bentar lagi mau sidang hehe minta doanya ya biar lancar besok. Dan di saat sy istirahat dr sosmed ini sy bisa menjadi diri sendiri, menghargai waktu, lebih produktif di saat sy dulu masih main sosmed sy liat org pada liburan sy merasa iri kpada mereka dan di saat org pada upload foto bareng pacar sy malah sebel iri sendiri krna gk punya pacar haha nasib Jones. Faktor lain jg mungkin yg memengaruhi sy untuk off sementara dr Sosmed krna usia mungkin yg udah gk kyak dulu dimana masih jaman alay dan pemikiran msih rendah dan ingin selalu terlihat gaol. terlebih skrng
    Sy lihat beranda sosmed dipenuhi oleh hal hal yg berbau kebencian, Hoax bertebaran,saling fitnah dan drama yg tak kunjung usai. Yg saya paling risih risih sy liat jg skrng bocah udah pada makai sosmed dan emak emak ett untung gk emak sy sh, klok emak sy larangin pkai sosmed. kesimpulannya sih disaat sy istirahat dr sosmed byk hal fositif yg sy temukan atau yg bisa sy lakukan skrng seperti: olahraga kenalan atau dapat tmen baru yg langsung interaksi dan hal lain. Entah smpai kpan sy istirahat dr sosmed yg jejas skrng sy lebih bahagia tanpa pamer diri saya, mungkin sy bisa balik atau malahan mutusin istirahat selamanya yg jelas biar waktu yg menjawabnya.
    *Hehe sorry jd curhat ttg pengalaman sy. klok km coba bisa ceritain jg pengalaman mu yg istirahat atau berhenti dr sosmed dikolom komentar.

  • Hasemeleh Adinda

    sampe sekarang udh hampir 2 tahun off wa atau apk yg sejenis pernah juga off instagram juga tp sekarang udh balik. Knp? Karena ya itu capek liat ramenya sosmed2 tsb gua ga pengen orang tau apa yg gua lakuin dan gua ga pengen tau apa yg mereka lakuin dan gua ga suka berkomunikasi dengan orang lain melalui sosmed krn ga bisa jujur gitu dan rasanya ga spontan, ribet, nyebelin dan sekarang gua masih ga pengen sosmed an lagi tapi kalo untuk kepentingan sesuatu gua gunain sesekali .lebih baik bertemu langsung lah daripada liat2an dari layar datar doang

  • Hominah homina

    Gue pernah wawancara direksi di salah satu BUMN. Pas di tanya km ada Instagram ga ? Saya jawab gak ada. Suprising beliau bilang berarti kamu ga punya temen. Lol saya baru tau indikator punya teman atau enggak cuma dilihat dari punya Instagram doang.

  • annisa rizka oktavianita

    Aku udah hampir 1 tahun ini off IG (ngebuka kalau ada yg DM aja). On pun cuman di WA, line (itupun kalau ada chat baru buka), lebih on ke Twitter dan Youtube (banyakan cuman ngelihatin postingan orang doang). Gatau ya, setelah off dari IG berasa tenang gitu, adem ayem. Ya mungkin ada yg beranggapan kalau itu radak aneh atau sebagai alasan doang. Tapi ya itu yg aku rasain. Tenang banget setelah 1 tahun ini off IG.. 🙂

  • shw jlp

    Aku main sosmed malah jadi stres sendiri ngeliat postingan orang, selalu pengen ngerasa pengeb kayak mereka dan aku sadar itu menghilangkan diriku yang sesungguhnya, dari maen sosmed juga bikin aku kurang mencintai diri sendiri dan mensyukuri nikmat-Nya. Aku sering tanya ke orang2 disekitarku, apakah aku berubah? Apakah kalian menyayangiku? Hingga aku mulai bertanya ada apa dengan diriku ini? Akhirnya aku mulai off sosmed dan melihat semua kenyataan dan menerimanya, syukurlah hal ini berdampak sangat positif pada psikolog-ku

  • Faishal Hidayatullah

    Sekarang aku lebih milih twitter drpd instagram yg isinya cuma itu itu aja, kalo di twitter sekarang lebih menarik sih menurutku kita bisa open minded & discuss with everyone

  • Okta utopia via

    Gw pribadi sih actually want to off medsos but karena kebutuhan sosial yaitu jualan online so i using that , jadi secara gak sengaja ngabisin waktu juga buat stalking orang orang kayak ada magnetnya gitu, gw juga bingung ngendaliinnya 😅🙏

  • Lilies niken ayu murti

    Kl mnrtq Gpp sih pny media sosial asal yg diposting jngn tntg khdpan pribadi .postinglah hal2 kebaikan, yg bertujuan untuk dakwah .sperti potongan ayat atau kata2 mulia,..supaya islam atau agama kita bsa menginspirasi bny org sp tau dngn postingan kebaikan qt bs mncegah org berbuat maksiat krn merasa diingatkan

  • arumi II

    Aku dulu pernah off dari instagram karna ada tes masuk perguruan tinggi. Rasanya tuh nyaman bangett. Dan karna hal ituuuu, aku bisa lebih mengendalikan diriku untuk posting. Dan selalu berfikir sebelum posting, untuk apa aku posting ini. Ada manfaatnya kah? Buat siapa? Buat aku? Atau buat orang lain?

  • R. Khansa

    Gw juga uda amat, sngat, sngat sngat jarang bgt update, karna khidupan nyata gw uda ckup sbuk, bnyak list yg blom gw krjain n bnyak goals yg hrus gw gpai yg ckup mbuat gw pusing kpala 😆😆
    So, medsos ya cma skedar snack yg ckup skedarnya ja, cma kalo inget doank updateny.
    N honestly, gw baru inget ama medsos tuh 1th paling mentok 3-4x doank updateny 😂😂

  • Monica Dewita

    Gw mulai thn 2018 bulan agustus mulai engga posting apapun baik itu di line maupun ig pribadi
    Banyal yg unfoll gw, dikira akun ig gw udah ga aktif lagi, awalnya gw sempet takut dikira cupu ATAU malah takut kalau dianggap NO LIFE karna gapernah update apapun di ig, tapi lama-lama gw sadar bahwa hidup gw akan semakin No life kalau gw main sosmed terus dan pasti kesel juga menaikan image dihadapan teman2

  • Alfa Puspita

    Gue pernah ngerasa ga tenang karena waktu itu libur kuliah, gaada kerjaan. So all the day, I just holding my phone. Gue sampe bingung sebenernya gue takut kenapa. Setelah dipikir2 keknya kebanyakan pake hp dan malah jauh dari Allah. Saat itu gw sadar bahwa sosmed bahkan gabisa ngasih ketenangan, dan terkadang kita terlalu disibukkan oleh hal2 yg sebenernya nonsense. Kita terlalu sibuk untuk sekedar menyapa-Nya😭

  • Mega Trone

    Cuma wa. Itu pun untuk komunikasi 2 arah. Gak suka ngbrol di group. Gak pernah buat status ataupun liat status temen .

  • Raila Nasrifa

    Ini yg gue rasain skrng. Skrng gue udh mulai jarang main sosial media kecuali twitter dan line. Bukan karna instagram ajang pamer tp karna hati gue yg ga sehat menerima kenyataan hidup orang lain

  • Eko Nurhuda

    Sudah sejak Pemilu off dari Facebook. Sampai entah kapan. Beberapa kali buka karena ada beberapa pesan yang cuma masuk di situ, tapi aplikasi sudah dihapus dari hape. Instagram sudang jarang update maupun buka lagi, cuman kok masih sayang mau hapus. Twitter masih aktif, tapi mulai mempertimbangkan untuk off juga. YouTube? No way! Hahaha

  • Najwa Tamara

    Ada penelitian di luar negeri tapi lupa persisnya apa. Yg penting isinya : "yang membuka instagram lebih dari 2 jam sehari, positif dia mengidap ada gangguan psikologi". Intinya kaya gitu.

  • Pravda Z

    Baru aja uninstall instagram dan Facebook karena alogaritma nya memunculkan hal yg itu itu lagi sampe gumoh, mungkin nanti akan install lagi suatu saat

  • Cindra Ananta

    Beberapa medsos aku pakai tapi jarang posting sekedar biar lebih tahu berita apa yg lagi trending . Biar nggk dianggap gaptek aja … 😊😊

  • Dede Rizky

    I’M NOT ALONE .

    Saya kerja di bidang pengembangan IT, desain grafis dan lain lainlah di salah satu instansi pemerintahan,
    pkoknya ga pernah lepas dari internet.

    sejak 2 bulan saya menutup semua akun media sosial, saya punya julukan ALIEN .
    Dan itu sudah berlangsung selama 4 tahun .

    Hidup seperti INDAH, sumpah !!

    “I’m invisible”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *